Pendahuluan
Setelah melakukan analisis Life Cycle Inventory (LCI) pada pertemuan sebelumnya, langkah selanjutnya adalah mengkaji potensi dampak lingkungan dari data tersebut. Tahap ini penting karena data input seperti konsumsi energi, bahan baku, dan transportasi perlu diterjemahkan menjadi kategori dampak lingkungan agar dapat dipahami kontribusinya terhadap lingkungan.
Pada tulisan ini, saya melakukan penilaian dampak lingkungan berdasarkan hasil LCI dengan menggunakan pendekatan Life Cycle Impact Assessment (LCIA).
Identifikasi Kategori Dampak Lingkungan
Berdasarkan data LCI yang dianalisis, saya memilih tiga kategori dampak lingkungan utama, yaitu:
-
Global Warming Potential (GWP)
-
Acidification
-
Resource Depletion
Ketiga kategori ini dipilih karena relevan dengan penggunaan energi, bahan baku, dan proses produksi yang umum dijumpai dalam aktivitas industri.
Analisis Potensi Dampak Lingkungan Berdasarkan Data LCI
Berikut merupakan analisis potensi dampak lingkungan yang disusun dalam bentuk tabel:
| Kategori Dampak | Data Input Terkait (LCI) | Potensi Dampak Lingkungan |
|---|---|---|
| Global Warming Potential (GWP) | Konsumsi listrik ±50 kWh per unit produk | Penggunaan listrik yang bersumber dari pembangkit berbasis fosil menghasilkan emisi CO₂ tidak langsung yang berkontribusi terhadap peningkatan pemanasan global |
| Acidification | Penggunaan bahan bakar diesel pada proses transportasi | Emisi SO₂ dan NOx dari pembakaran diesel berpotensi menyebabkan hujan asam yang dapat merusak tanah dan perairan |
| Resource Depletion | Penggunaan aluminium ±2 kg per unit produk | Aluminium merupakan sumber daya tidak terbarukan sehingga penggunaannya berkontribusi pada penurunan cadangan sumber daya alam |
Interpretasi Hasil Analisis
Berdasarkan tabel analisis di atas, kategori dampak yang paling signifikan adalah Global Warming Potential (GWP). Hal ini disebabkan oleh tingginya konsumsi energi listrik yang secara tidak langsung menghasilkan emisi gas rumah kaca, terutama CO₂.
Selain itu, penggunaan bahan bakar diesel juga memberikan kontribusi signifikan terhadap dampak acidification, sementara penggunaan bahan baku aluminium berdampak pada resource depletion karena bersumber dari sumber daya tak terbarukan.
Rekomendasi Pengurangan Dampak Lingkungan
Berdasarkan hasil interpretasi, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan antara lain:
-
Mengurangi konsumsi listrik dengan meningkatkan efisiensi energi atau menggunakan sumber energi terbarukan
-
Mengoptimalkan sistem transportasi, misalnya dengan mengurangi jarak tempuh atau menggunakan kendaraan dengan emisi lebih rendah
-
Mengganti atau mengurangi penggunaan bahan baku aluminium dengan material alternatif yang lebih ramah lingkungan atau memiliki tingkat daur ulang tinggi
Penerapan rekomendasi tersebut diharapkan dapat menurunkan dampak lingkungan secara keseluruhan.
Refleksi Singkat
Melalui tugas ini, saya memahami bahwa data LCI memiliki peran penting dalam menentukan besarnya dampak lingkungan suatu produk. Dengan mengaitkan data input ke kategori dampak LCIA, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih objektif dan berbasis data.
Analisis ini juga menunjukkan bahwa perubahan kecil pada proses atau pemilihan bahan dapat memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan.
Daftar Referensi
-
ISO 14040:2006. Environmental Management — Life Cycle Assessment — Principles and Framework.
-
ISO 14044:2006. Environmental Management — Life Cycle Assessment — Requirements and Guidelines.
-
Baumann, H., & Tillman, A. M. (2004). The Hitchhiker’s Guide to Life Cycle Assessment. Studentlitteratur.
-
Finnveden, G., et al. (2009). Recent developments in Life Cycle Assessment. Journal of Environmental Management.
-
Siregar, R., et al. (2020). Analisis Life Cycle Assessment kemasan plastik dan kaca. Jurnal Teknologi Lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar